Featured Post

Kasih Ibu Sepanjang Masa, Kasih Ayah Bagai Romansa

Pengalaman Mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar CPNS 2018

Alhamdulillahirobbil alamiin... Puji syukur saya haturkan ke hadirat Tuhan karena saya bisa melampaui batas passing grade Seleksi Kompetinsi Dasar CPNS 2018. Walaupun nilai saya pres mepet dan tidak beda jauh sama ambang batasnya, tapi saya bersyukur karena masih bisa dikategorikan melampaui.

Oleh karenanya, di postingan kali ini saya ingin berbagi kisah dan pengalaman. Agar tulisan saya bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh teman-teman yang ingin daftar CPNS dan masih belum melakukan tes SKD. Atau, bisa juga dijadikan koreksi supaya teman-teman bisa mendapatkan nilai yang maksimal melampaui nilai saya di SKD CPNS 2018 ini.



Berdasarkan tabel dari BKN di atas, dapat kita ketahui bahwa passing grade SKD CPNS jalur umum tahun 2018 lumayan tinggi di bagian Tes Karakteristik Pribadi (TKP), yaitu senilai 143. Hal ini pula yang menjadikan banyak peserta dari jalur umum gagal menjangkau skor passing grade di bagian TKPnya. Sedangkan untuk nilai assing grade Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensi Umum (TIU) masih cukup terjangkau, yaitu sebesar 75 dan 80.

Kenyataan ini cukup menghantui para calon peserta tes rupanya, tak terkecuali dengan saya. Saya juga lumayan stress selama beberapa hari sebelum waktu ujian di tanggal 6 November 2018 tiba. Sampai-sampai, saya yang sedang menyusui ini, merasakan kalau produksi ASI saya menurun. Sehingga yang biasanya saya tidak perlu mengonsumsi booster ASI, kini selama beberapa hari menjelang ujian, saya harus menenggak booster ASI supaya produksi ASI untuk si kecil tetap terjaga.

Namun, meskipun cukup menghantui, keberadaan TKP di jalur umum ini jangan dijadikan landasan buat iri hati sama jalur lainnya yang tidak mensyaratkan TKP. Iri hati tidak akan menjadikan kita lebih baik. Justru tantangan seperti ini seharusnya semakin membuat kita mampu untuk menunjukkan integritas diri kita yang sesungguhnya.

Tibalah saatnya hari yang mendebarkan itu. Saya ditemani suami dan si sulung, berangkat dari Gresik ke Universitas Darul Ulum (UNISDA) Lamongan. Sedangkan si bungsu saya terpaksa dengan berat hati saya tinggal di rumah sebentar bersama Mak Tia, yang biasa beres-beres di rumah. Pukul 07.00 tepat kami berangkat, karena jadwal tes saya berada di sesi 2 yaitu pukul 10.00 WIB. Kami sempat mampir sebentar ke bank juga waktu di perjalanan, dibikin santai gitu. Lalu sampai di titik lokasi sekitar pukul 09.15 WIB.

Pengalaman Mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar CPNS 2018

Sudah banyak peserta yang berkumpul dan registrasi di titik lokasi. Saya segera mepersiapkan berkas-berkas yang diperlukan. Sebelum menuju ruang registrasi, saya sempatkan dulu menuju toilet. Ini terlihat sepele tapi penting ya. Karena begitu masuk ruang tes, dipastikan kita tidak akan sempat ke toilet walau senbentar saja.

Setelah itu baru saya menuju tempat penitipan barang. Barang-barang yang tidak diperlukan, titipkan semuanya di sini. Masuk ruangan tes dan registrasi hanya diperbolehkan membawa berkas yang diperlukan, yaitu Kartu Tanda Peserta, 1 x pas foto berlatar merah ukuran 4x6, 1 x foto selfi, e-KTP, dan pensil. Cukup itu saja.

Begitu selesai menitipkan barang, balada emak-emak pun dimulai lagi. Si sulung maunya ikut saya masuk ke ruang ujian. Alamak... sabar, sabar... Untung ayahnya sigap merayu supaya mau ikut bersamanya. Beberapa saat kemudian, pintu masuk ruang registrasi sudah sepi. Bergegaslah saya ke meja panitia registrasi. Di sana berjajar 5 buah meja. Sekenanya saya mengantri barisan, saya cari barisan yang paling pendek, di meja 4 tepatnya.

Begitu sampai di hadapan panitia, ternyata saya salah masuk kamar alias salah meja. Oh My God, cobaan apa lagi ini. Saya ditanya apa sudah melihat nomor urut yang tertera di papan pengumuman? Jelas saya plonga-plongo, tidak mengerti apa-apa. Untungnya Si Mbak panitianya ramah, saya dibantu cek data melalui smartphonenya. Kemudian saya dipersilakan kembali antri di barisan meja nomor 1.

Yap, saya kembali lagi mengantri dari belakang. Hingga para peserta lain sudah duduk semua di ruang tunggu dan mulai berdoa, saya masih berdiri di hadapan panitia registrasi. Tenang... tenang... batin saya menenangkan diri. Tak lama kemudian, selesai sudah proses registrasinya, saya mendapatkan PIN, dan menuju proses pemeriksaan detektor logam. Baru kemudian, saya bisa bergabung duduk-duduk manis di ruang tunggu beserta peserta lain.

Sekitar 5 menit saya duduk, setelahnya kami dipersilakan memasuki ruang ujian bersama sama dan memilih tempat duduk. Jangan ditanya perasaan saya bagaimana. Karena ini ujian CPNS yang pertama kali saya ikuti, dan semoga juga yang terakhir. Jelas dah, jantung ini berdegup kencang seperti para jomblo ketemu sama gebetan wkwkwk....

Begitu saya menemukan tempat duduk yang pas, saya langsung cek apakah si tikus di samping laptop ini berfungsi, apakah ada kendala dengan meja dan kursi, serta tengok kanan kiri buat mengamati peserta lain barang sekejab. Eh, sepertinya sama saja dengan saya. Tampang gigup itu kentara sekali ya... Walaupun panitia sudah memberikan instruksi sesantai mungkin, tetapi tetap saja raut wajah gugup tak bisa disingkirkan.

Singkat kata, kuawali dengan bismillah... login lancar, langsung terpampang soal pertama. Tapi, saya tidak langsung serta merta menjawab berurutan dari soal 1 hingga 100. Saya menggunakan strategi mengerjakan soal-soal TKP terlebih dahulu. Waktu mengerjakan selama 90 menit saya alokasikan masing-masing 30 menit untuk setiap bagian SKD. Setelah TKP beres, baru saya lanjutkan mengerjakan TWK dan TIU.

Ada teman-teman yang menanyakan bagaimana cara mengerjakan TKP ini? Apakah kita harus menjadi orang munafik dan belajar munafik terlebih dahulu agar lolos passing grade TKP? Well, memang mengerjakan TKP ini bisa dibilang gampang-gampang susah. Karena option jawaban yang tersedia rata-rata positif, ada juga yang negatif sekitar 1 atau 2 option. Namun demikian tetap akan meminta kita untuk memilih 1 jawaban yang memiliki poin tertinggi, di antara 5 jawaban yang tersedia.

Tapi kalau dibilang munafik, itu tergantung dari kepribadian masing-masing saja. Kemunafikan seseorang bukan menjadi urusan kita, tapi penilaian dari Tuhanlah yang berhak menentukan seseorang itu munafik atau jujur. Tujuan khusus kita di hadapan laptop adalah untuk mengerjakan tes sebaik-baiknya agar memperoleh hasil maksimal. Itu saja...

Cermati deh aspek-aspek TKP ini sebelum kita lanjutkan:



A post shared by #ASNKiniBeda (@bkngoidofficial) on

Kuncinya mengerjakan TKP ada pada konsentrasi kita, tingkat rasionalitas kita, dan seberapa besar kita mampu memahami makna dari sebuah kalimat. Kalau kita benar-benar mencermati, ada kok 1 jawaban di antara pilihan tersebut yang benar-benar bisa mencakup kelima option jawaban yang tersedia. Atau salah satu jawaban yang berpoin tinggi, dengan memiliki kecenderungan secara spesifik terhadap pemecahan suatu masalah yang tersedia di soal. Memang benar-benar mirip jika kita baca secara sepintas, tapi semirip-miripnya tetap ada perbedaannya.

Waktu 90 menit berlalu begitu cepatnya. Tak terasa... Hingga kurang 4 menit masih ada sekitar 10 soal yang belum saya jawab. Ya memang dasarnya saya saja yang kurang cepat kalau berhadapan dengan soal hitung-menghitung. Langsung deh cuzzz, keluarin jurus menghitung kancing. Ngawur semua buat mengisi soal yang belum terjawab. Jadi ya begitu deh hasilnya...

Skor saya: TWK 95, TIU: 95, dan TKP: 144 angka cantik yang presss banget ya nilainya wkwkwk... Entah masuk rangking atau tidak di instansi pilihan saya, saya juga belum tahu. Masih belum ada pengumuman resmi. Kita tunggu saja hasilnya nanti.

Kalau saya amati, memang tahun ini passing grade TKP dituntut sangat tinggi. Hal ini membuktikan, negara kita tidak membutuhkan orang-orang yang hanya pandai di bidangnya saja. Selain pandai, negara juga membutuhkan orang-orang yang memiliki kepribadian berkarakter seperti yang tercantum pada aspek tersebut di atas.

Eh, tapi teman-teman yang belum lolos passing grade di TKP, jangan berkecil hati ya. Ini kan hanya sebuah tes. Bisa saja memang kepribadian teman-teman tidak cocok menjadi seorang ASN. Namun lebih cocok menjadi seorang pengusaha misalnya... Jadi, keep spirit ya! Rejeki sudah ada yang Mengatur kok.

Nah, sampai di sini ada yang ingin berkomentar lebih lanjut dan berbagi pengalaman juga? Saya berikan kesempatan seluas-luasnya untuk sharing di kolom komentar. Semangat #2019jadiASN

Oh iya, tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya selama proses mendaftar CPNS 2018 ini. Teruntuk orang tua, suami, adik-adik, teman-teman, dan semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Semoga Allah membalas kebaikan kalian semuanya. Aamiin...

Pengalaman Mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar CPNS 2018

6 Responses to "Pengalaman Mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar CPNS 2018"

  1. Rekan kerja saya baru saja ikuti tes CPNS selasa, biasanya kita ngobrol di ruang pumping dan dia cerita kalau TKP itu kok yo susah banget dy ga lolos di TKP lalu dia jabarin beberapa pertanyaan dan pilihan jawaban mmm bukan masalah munafik atau ga sih y mba kayaknya yg ada dikisi2 BKN itu dan logikanya aja ya dalam jawab soal TKP huehehe..*sotoy dah akoh

    gudluck y mba semoga berjodoh di instansi yang dipilih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Entahlah Mb, ada yg bilang kalo ngerjakan TKP itu harus jd munafik dulu wkwkk... Kalo aq sih, rasionalitas aja yg dikedepankan. Bukan sebut2 munafik. Krn itu urusannya masing2 orang sm Tuhan.

      Delete
  2. hai mbakk. selamat sudah lulus skd. semoga sukses skb dan tes-tes selanjutnya sampai jadi asn yang membanggakan negeri :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Makasih. Aamiin... Semoga saja lolos smp tahap akhir. Ini masih belum ada pengumuman lebih lanjut.

      Delete
  3. Barakallah mb dina semoga sukses melaju ke tempat yg dituju .
    Ini pengalaman yg sangat bermanfat bagi saya sebagai pembaca.
    Berkas pendaftaran cpns 2019 sudah saya siapkan tapi masi maju mundur syantik untuk memdafttar karna alasan ABCD.
    Saudara n kluarga saya bnyk yg jadi pns tp ketika saya tanya jawabnnya simpel tak segamblang ini.mungkin mereka sudah lupa kali yak ��.
    Semoga kelak saya bisa mengikuti jejak mb dina berbekal penglaaman pada tulisan ini.

    ReplyDelete
  4. Barakallah mb.dina semiga sukses melaju ketempat yang dituju.
    Benar benar pengalaman yg sangat bemanfaat bagi saya

    ReplyDelete

Terima kasih sudah singgah di blog amiwidya.com.
Saya persilakan menambahkan komentar untuk melengkapi postingan blog di atas.
Semoga bermanfaat & menginspirasi buat semua...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel