Wednesday, May 17, 2017

ATASI HOARDER BERSAMA PRELO




Adakah di antara para pembaca sekalian yang memiliki kebiasaan menyimpan barang-barang yang nggak penting dan nggak diperlukan seperti menumpuk baju bekas yang sudah nggak muat dikenakan, buku-buku bekas yg sudah tak terpakai, atau laptop dan smartphone bekas yang sudah ada penggantinya? Kalau iya, berarti bisa diindikasikan memiliki gangguan hoarding disorder atau biasa disebut hoarder. Biasanya sih, ada faktor-faktor yang bisa memicu terjadinya hoarder ini. Seperti pengalaman traumatis, kesepian karena merasa terisolasi, hingga kebiasaan keluarga.

Di sini aku punya kuis singkat untuk mendeteksi seberapa parah tingkat ke-hoarder-an kalian. Caranya mudah, tinggal pilih abjad yang sesuai dengan kebiasaan kalian, lalu ingat-ingat mana jawaban yang paling sering kalian pilih dan cocokkan dengan hasil tes di bawahnya.

Apa yang kalian lakukan saat dapat struk pembayaran atau tiket nonton?





Kalian baru membeli baju di mal, dan menemukan olshop favorit sedang ada diskon baju kesukaan kalian. Apa yang kalian lakukan?






Barang-barang lama yang sudah nggak dipakai, masih disimpan apa nggak?



Saat tahu ada film dan serial drama yang oke, tapi memori laptopmu penuh, apa sih yang akan kalian lakukan?

 
Sumber kuis: Zetizen Radar Malang


Sudah dijawab? Yuk sekarang cocokkan dengan jawaban di bawah ini. Mana sih yang paling sering kalian jawab?


Nah, sudah ketahuan kan seberapa parah tingkatan kalian? Sekarang saatnya mengubah kebiasaan buruk ini menjadi sesuatu yang lebih berguna dan bernilai. Bagaimana caranya? Simak tips berikut ini!

Letakkan barang di tempat yang terjangkau dan mudah terlihat.

Kalian pernah kan, membeli suatu barang lalu lupa tempat menaruhnya kemudian membeli lagi barang yang sama karena putus asa mencari letak barang itu? Kebiasaan ini secara tak sadar akan membuat kita menjadi hoarder. Coba deh, biasakan meletakkan barang di tempat yang semestinya mudah djangkau dan bikin ingat. Jadi kita nggak perlu lagi membeli barang-barang yang serupa.

Lihat tanggal kedaluwarsa makanan dan minuman yang kalian simpan itu.  

Jangan sampai terjadi keracunan hanya karena kita lupa mengamati tanggal kedaluwarsa makanan dan minuman yang kita simpan. Selalu cek secara berkala, segera amankan yang mendekati tanggal kedaluwarsa, dan segera buang makanan yang sudah lewat tanggal kedaluwarsa agar tidak menumpuk secara percuma.


Terapkan konsep datang dan pergi. 

Jika ada satu barang datang karena kita membeli, usahakan juga ada satu barang yang pergi dari situ. Kalian bisa memberikan barang bekas ini kepada orang lain yang lebih membutuhkan. Atau bisa juga dengan menjualnya di toko-toko yang menerima penjualan barang bekas. Pilihan lain yang lebih paktis, adalah dengan menjualnya secara online, contohnya dengan aplikasi Prelo. Aplikasi Prelo bisa kalian unduh di playstore secara gratis ataupun dibuka langsung melalui PC. Di Prelo kalian bisa juga menemukan berbagai barang second yang sudah preloved dari pemiliknya secara mudah. Barang kali saja ada yang membutuhkan laptop second, smartphone second, mainan bayi second, atau bahkan kosmetik dan perawatan merk terkenal yang masih baru namun tidak terpakai pemiliknya. Kita bisa mendapatkannya dengan harga miring dan masih bisa dinego lagi. Murah banget loh...


Tampilan Prelo di PC


Mari kita berkenalan dengan Prelo secara lebih dekat agar Prelo bisa segera menemani hari-hari kalian dan membatu menghilangkan kebiasaan sebagai hoarder juga. 
Apa sih Prelo itu? Prelo merupakan tempat jual beli barang bekas secara online yang jelas aman dan berkualitas. Tidak hanya barang bekas, di sini juga ada yang menjual barang baru yang belum pernah dipakai loh. Banyak pilihan barang second yang bisa menjadi alternatif dalam berbelanja, semuanya tertera di menu-menu Prelo yang juga sangat memudahkan kita saat memilih kategori belanja. Kenampakannya bisa dilihat pada gambar ini, ada menu untuk woman (wanita), beauty (produk kecantikan dan perawatan tubuh), baby & kid (bayi & anak), book (buat pecinta buku), antique (kolektor barang antik), men (laki-laki), gadget (perlengkapan elektronik), hobby (benda-benda penyalur hobi), dan living (peralatan rumah tangga).




Gimana? Sudah merasa sedikit mengenal Prelo kan? Yuk, kita lanjutkan mencari tahu bagaimana cara kita menggunakan Prelo sebagai penangkal hoarder! Pertama-tama, buka dulu aplikasinya lalu pilih gambar kamera di bagian bawah tengah. Nah, di situ tinggal kalian foto barang bekas yang hendak dijual. Foto dengan berbagai kenampakan dari depan, belakang, dan saat dipakai. Kemudian tambahkan keterangan label dan kecacatan jika ada. Setelah itu, tambahkan detail barang dengan memilih kategorinya, menuliskan namanya, cerita spesialnya, alasan kenapa kok dijual, kondisinya (masih baru/sangat bagus/bagus/cukup), dan mereknya. Jika sudah, kalian bsa menentukan ongkos kirimnya ditanggung penjual atau pembeli. Lalu isikan harganya ketika kalian membeli juga harga jualnya di Prelo, Jika sudah, klik lanjutkan untuk menentukan komisi Prelo yang kalian mau. 


Masih bingung? Simak tutorial singkat di bawah ini!






Nah, dengan menggunakan Prelo, kalian sudah latihan mengurangi kehoarderan diri sendiri. Jangan lupa bantu orang lain juga untuk menguranginya dengan membeli barang bekas di Prelo. Caranya juga cukup mudah kok, kalian tinggal memilih barang apa yang ingin dibeli. Tawar harganya melalui fitur chat jika dirasa terlalu mahal. Lalu tinggal isikan data-data yang diperlukan, seperti alamat tujuan pengiriman. Terakhir tinggal dibayar, dan tunggu barang itu sampai di rumahmu.


Lihat tutorial pembelian ini deh!






Setelah baca-baca, langsung deh dipraktekkan membeli barang di Prelo. Aku membeli sebuah produk perawatan di sini. Benar-benar masih bagus dan harganya sangat miring, jauh banget dari harga jual barunya. Ditambah lagi, untuk pembelanjaan yang kedua aku pakai kode referral jadi bisa dapat potongan Rp 25.000 dari Prelo. Sayangnya cara yang begini cuma bisa sekali saja. Berikutnya baru bisa dapat bonus kalo kita jual barang. Hehehe... Menyesal juga nggak dari dulu kenal sama Prelo.
Nah... Setelah produknya sampai di tangan, aku pun mereview prosesnya, dan ini dia hasilnya:



Sedangkan untuk menjual barang, rencananya mau kujual saja laptop Preloved ini. Tapi masih belum ada penggantinya, jadi untuk sementara ditahan dulu. Siapa tahu kapan-kapan bisa dapat penggantinya, baru aku jual.

Sangat mudah bukan, proses jual beli di Prelo? Buruan deh, buang jauh-jauh kebiasaan buruk kalian menumpuk benda-benda yang tidak bermafaat! Siapa tahu juga benda itu akan lebih bermanfaat jika di tangan orang lain. Apalagi kalau sudah mendekati Bulan Ramadhan dan Lebaran begini, pasti nanti akan banyak tamu yang datang bersilaturrahim ke rumah. Malu kan kalau rumahnya terlihat kumuh?