Tuesday, August 30, 2016

SISIPAN WiFi DALAM TRADISI NGOPI DI KOTA 1001 WARUNG KOPI


SISIPAN WiFi DALAM TRADISI NGOPI DI KOTA 1001 WARUNG KOPI

 
Foto Monumen Selamat Datang di Kota Gresik
Sumber: Kaskus.co.id

Siapa yang tak mengenal Gresik? Sebuah Kabupaten di wilayah utara Provinsi Jawa Timur. Wilayah yang terkenal dengan berbagai pabrik industrinya, juga sebagai kota santri, bumi para wali, dan kota 1001 warung kopi. Luas wilayahnya 1.191,25 km2, namun padat dengan aktivitas di kesehariannya. Bagaimana tidak?! Industri-industri raksasa yang berdiri kokoh di wilayah ini beroperasi 24 jam nonstop, karyawan maupun buruh yang bekerja di sana pastilah silih berganti keluar masuk pabrik untuk bekerja sesuai jam kerja masing-masing. Ditambah lagi sebagai kota yang terkenal dengan wisata religinya, setiap waktu pengunjung datang dari berbagai daerah baik dari Indonesia maupun mancanegara. Meskipun kunjungan ini pasang surut pada bulan-bulan tertentu, namun hampir tidak pernah sepi pengunjung. Hal ini dikarenakan wisatawan domestik dari daerah Gresik dan sekitarnya rutin mengadakan acara ziarah ke makam para Wali yang dijadikan objek wisata religi.
Terdapat pelabuhan bongkar muat barang yang terletak di pesisir utara Gresik. Pelabuhan ini juga digunakan untuk menyeberang ke Pulau Bawean yang masih termasuk bagian dari wilayah Kabupaten Gresik. Tempat inilah yang menjadi cikal bakal munculnya berbagai tradisi di  Gresik. Salah satunya adalah tradisi minum kopi atau biasa disebut “ngopi”. Ngopi menjadi kebutuhan para pelaut/nelayan yang singgah di pesisir pantai. Lama-kelamaan, tradisi ini bergeser ke wilayah perkotaan dan kini sudah turun temurn membudaya ke seluruh masyarakat Gresik. Bahkan di seluruh wilayah Indonesia, bisa dijumpai tradisi ngopi dengan segala seni menikmati secangkir kopi tersebut.
Tradisi yang sudah membudaya serta segala bentuk rutinitas dan kesibukan masyarakat Gresik, menjadikan penduduk setempat banyak yang berwirausaha untuk memanfaatkan peluang. Salah satuya yaitu mendirikan warung kopi. Karena setelah diamati, ada yang unik dengan tradisi ngopi di Gresik dimana masyarakat pecinta kopi akan menghabiskan minuman ini di warung-warung kopi yang terletak menyebar di seluruh wilayah Gresik. Bahkan keberadaan warkop ini tidak sekedar menjadi tempat cangkrukan biasa, namun bisa menjadi ruang yang mewadahi masyarakat untuk berkomunikasi dengan santai. Juga sebagai tempat yang memunculkan berbagai ide dan inspirasi warga, serta tempat melepas penat setelah bekerja. Nah, karena warkop yang menyebar rata di seluruh wilayah inilah, Gresik dijuluki sebagai kota 1001 warung kopi. Namun jangan berharap para pecinta kopi bisa menemukan kebun kopi di sini, karena tidak akan ditemukan satupun kebun kopi di wilayah Gresik. Kopi didatangkan dari daerah lain yang menghasilkan kopi. Tentunya dari daerah-daerah dataran tinggi, sehingga pohon kopi bisa berbuah dengan baik. 


Gambar Segelas Kopi

Zaman yang semakin maju, teknologi yang semakin canggih, keberadaan smartphone yang selalu di tangan, membuat keberadaan warkop semakin tergeser. Apalagi dengan munculnya berbagai grup di media sosial smartphone khususnya kalangan anak muda, menambah semakin tergerusnya keberadaan warkop tradisional dengan café modern yang menyediakan jaringan WiFi gratis sehingga mereka bisa menggunakan smartphone kesayangan dengan leluasa tanpa takut kuota internet habis. Nah, melihat fenomena ini, para pengusaha warkop pun mulai berinovasi mencari cara agar tetap bisa melestarikan tradisi ngopi di kalangan kaum muda. Ramai-ramailah muncul inovasi daerah di Gresik dengan maraknya warkop dipasang WiFi untuk menarik kaum muda datang ngopi sambil memanfaatkan WiFi gratis seperti di café-café modern.

Gambar Warung Kopi Kuning
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Kabar baik itu disambut ramah oleh pihak perusahaan di Indonesia yang bergerak pada bidang telekomunikasi. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk atau yang sering dikenal dengan Telkom ini merupakan salah satu perusahaan besar nasional menurut majalah Forbes Global 2000 Tahun 2016. PT Telkom mulai gencar dengan layanan broadband indihomenya untuk menyediakan jaringan internet di warkop-warkop. Konon layanan indihome sangat cocok untuk UMKM yang ingin menyediakan jaringan WiFi di tempatnya. Karena layanan ini dapat menyediakan internet berkecepatan tinggi dan stabil untuk Indonesia. Selain itu, untuk peningkatan UMKM pada masa sekarang memang seyogyanya dilakukan dengan memberikan akses internet seperti yang sudah dilaksanakan para pengusaha warkop di Gresik. Dampaknya cukup signifikan menggaet kalangan muda ini untuk bergabung ke warkop tradisional. Mereka mulai terlihat berdatangan ke warkop untuk menikmati minuman dan makan yang dijual di sana.

 
Gambar Warung Kopi Cak Lan (walaupun tanpa bangunan, warkop ini juga ada WiFinya loh)
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Tak hanya kalangan remaja, para bapak pun juga tidak ketinggalan turut memanfaatkan keberadaan warkop berWiFi yang mulai menjamur dengan belajar menggunakan smartphone mereka. Ditambah lagi dengan adanya para pekerja yang silih berganti selama 24 jam (3 shift) membuat warkop tak pernah sepi.
Kini, tradisi ngopi yang sudah membudaya di Gresik ini mulai mengalami pergeseran fungsi. Warkop tidak lagi sekedar ajang ngobrol dengan kawan-kawan, namun juga sebagai tempat untuk mereka yang ingin terhubung dengan internet beserta tetek bengeknya. Karena internet di zaman sekarang sudah seperti kebutuhan pokok saja.
Harapan saya sebagai penulis, semoga tulisan ini bisa menginspirasi para pemilik UMKM di Gresik yang belum memanfaatkan internet agar segera memanfaatkan jaringan internet untuk memajukan usahanya. Hal ini merupakan peluang yang sangat bagus mengingat julukan-julukan untuk kota Gresik yang menjadikannya pantas untuk didirikan berbagai macam usaha demi menyokong kehidupan dan memajukan perekonomian untuk Indonesia sehingga tercipta kesejahteraan sosial
.
Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahku - https://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku