Sunday, July 24, 2011

Persatuan dan Kesatuan PKn

Aminnatul Widyana (107151410127)
F-S1 PGSD

Salah satu cara menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan pada anak sejak dini adalah dengan membentuk moral anak melalui pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang diajarkan di Sekolah Dasar.
Nilai pancasila difungsikan untuk mengarahkan, mengendalikan, menentukan kelakuan seseorang. Nilai pancasila digali dari puncak-puncak kebudayaan, nilai agama dan adat istiadat bangsa Indonesia sendiri. Nilai pancasila yang digali dari bumi Indonesia sendiri merupakan pandangan hidup/penuntun hidup bangsa Indonesia. Dengan demikian nilai pancasila secara individu dimaknai sebagai cermin perilaku hidup sehari-hari yang terwujud dalam cara bersikap dan dalam cara bertindak. Sarana yang paling tepat utuk menanamkannya adalah melalui pembelajaran PKn. Di dalam pembelajaran PKn yang mempelajari nilai Pancasila, di dalamnya tercakup juga pembelajaran tentang moral anak. Dengan mempelajari moral anak, berarti secara tidak langsung dapat dipelajari pula cara menumbuhkan persatuan dan kesatuan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pendapat Lickona cocok diterapkan untuk membentuk karakter anak. Pandangan Lickona dikenal dengan sebutan Educating for Charakter. Lickona mengacu pada pemikiran filosof Michael Novak yang berpendapat watak seseorang dibentuk melalui 3 aspek yang saling berkaitan, yaitu :
a. Moral Knowing (konsep moral), mencakup :
 Kesadaran moral : Kesadaran hidup berdemokrasi.
 Pengetahuan nilai moral : Pemahaman materi demokrasi.
 Pandangan kedepan : Manfaat demokrasi kedepan.
 Penalaran moral : Alasan dengan demokrasi.
 Pengambilan keputusan : Bagaimana cara hidup demokrasi.
 Pengetahuan diri : Introspeksi diri
b. Moral Feeling (sikap moral), mencakup :
 Kata hati : Kata hati kita tentang hidup bebas.
 Rasa percaya diri : Rasa percaya diri kita pada bebas berpendapat.
 Empati : Empati kita pada musyawarah.
 Cinta kebaikan : Cinta kita terhadap musyawarah.
 Pengendalian diri : Pengendalian diri kita terhadap kebebasan.
 Kerendahan hati : Menjunjung tinggi dan hormati pendapat lain.
c. Moral Behavior (perilaku moral), mencakup :
 Kemampuan : Kemampuan menghormati hidup demokrasi.
 Kemauan : Kemauan untuk hidup demokrasi.
 Kebiasaan : Kebiasaan berdemokrasi dengan teman.
Agar moral dapat ditanamkan pada siswa, dapat digunakan pedoman pendidikan nilai yaitu pendidikan yang mensosialisasikan dan menginternalisasikan nilai-nilai dalam diri siswa. PKn SD merupakan mata pelajaran yang berfungsi sebagai pendidikan nilai yaitu mata pelajaran yang mensosialisasikan dan menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila/budaya seperti yang terdapat pada kurikulum Sekolah Dasar.
Pengertian nilai (value) menurut Djahiri (1999) adalah harga diri, makna, isi, dan pesan, semangat/jiwa yang tersirat dalam fakta, konsep, dan teori, sehingga bermakna secara fungsional. Difungsikan untuk mengarahkan, mengendalikan dan menentukan kelakuan seseorang.
Dictionary dalam Winata Putra (1989) nilai adalah harga atau kualitas sesuatu. Jadi dapat disimpulkan pengertian dan makna nilai adalah : suatu bobot/kualitas perbuatan kebaikan yang terdapat dalam berbagai hal yang dianggap sebagai sesuatu yang berharga, berguna dan memiliki manfaat.
Pelaksanaan nilai dapat melalui Taksonomi Bloom, dkk. Menggunakan jenjang efektif (Krat2 Woh, 1967) berupa penerimaan nilai (receiving). Penanggulangan nilai (organization), karakterisasi nilai (characterization). Pendidikan nilai ini ditanamkan sejak usia dini, melalui pembelajaran PKn. Nilai bermanfaat sebagai standar pegangan hidup. Nilai Pancasila perlu dipahamkan pada anak SD dengan disertai contoh penerapan nilai di sekolah dan di keluarga. Contoh: gotong royong. Jika perbuatan gotong royong dimaknai sebagai nilai, maka akan lebih bermakna jika nilai gotng royong tersebut telah menjadi pola pikir. Pada sikap dan pola tindak seseorang secara individu maupun sebagai anggota masyarakat. Jadi nilai gotong royong merupakan perilaku yang menunjukkan adanya rasa saling membantu sesama, sebagai perwujudan dari rasa solidaritas.