Sunday, July 24, 2011

Kurikulum PKn di SD

Berikut ini adalah versi HTML dari berkas http://www.elearning-jogja.org/file.php/14/BAB_III.doc.
G o o g l e membuat versi HTML dari dokumen tersebut secara otomatis pada saat menelusuri web.
BAB III
KURIKULUM PKN di SD
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari bab III ini diharapkan mahasiswa mampu:
1. Menjelaskan pengertian kurikulum secara singkat.
2. Menjelaskan landasan dalam pengembanan kurikulum.
3. Menjelaskan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.
4. Menjelaskan ruang lingkup PKN di SD.

B. URAIAN MATERI
• Istilah kurikulum
Ditinjau dari asal katanya (etimologi) istilah kurikulum berasal dari bahasa latin curere yang artinya berlari. Seterusnya lahir istilah curicle yang berarti kereta dua yang di tarik oleh dua ekor kuda. Selanjutnya lahir istilah curriculum yang berarti mata pelajaran yang harus dilatihkan (course of study or training). Menurut perumusan tradisional kurikulum diartikan sejumlah mata pelajaran-mata pelajaran yang disajikan oleh sekolah kepada siswa untuk memperoleh ijazah, kenaikan kelas atau tingkat. Pandangan secara tradisional ini sangat sangat sempit dan terbatas sekali. Perkembangan selanjutnya yang lebih modern kurikulum diartikan segala sesuatu kegiatan (naik intra, ko dan ekstra kurikuler) yang dipertanggungjawabkan oleh lembaga pendidikan dan diberikan kepada siswa dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. Apabila kita perhatikan perkembangan dunia pendidikan dewasa ini rupa-rupanya cakupan kegiatan sekolah tidak hanya menyampaikan sederet mata pelajaran. Namun lebih luas dari itu. Dengan demikian perumusan kurikulum yang tradisional kurang relewan lagi.
Sedang dalam kamus bahasa Indonesia Umum (Purwodarminto) pengertian kurikulum diartikan sebagai susunan mata pelajaran. Berpijak dari penjelasan di atas dapat dirumuskan bahwa kurikulum adalah suatu perangkat atau rangkaian kegiatan dalam lembaga pendidikan dalam upaya mencapai tujuan pendidikan yang telah dipatokkan atau ditetapkan. Dalam UUSPN N0.20 tahun 2003 (pasal 1 ayat 19) dijelasakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Dewasa ini pengertian kurikulum menurut beberapa paakr tidak hanya diartikan sebagai daftar mata pelajaran atau tujuan yang akan di capai, tetapi penegrtian kurikulum minimal mengandung empat dimensi yang saling berhubungan, yakni:
a. Kurikulum sebagai ide, berarti bahwa kurikulum sebagai buah pikiran para ahli /seseorang pengembang kurikulum, misalnya : apa yang ingin dikembangkan pada diri siswa, bagaimana cara mengembangkannya, pengalaman belajar apa yang paling baik dan bagaimana cara penyampaiannya pada siwa dan sebagainya.
b. Kurikulum sebagai rencana tertulis, ini adalah dimensi paling konkrit tentang pengertian kurikulum dsbanding dimensi lain. Dalam dimensi ini dimaksudkan bahwa kurikulum itu sebagai pegangan guru, isinya merupakan materi/bahan minimal secara nasional, sehingga guru masih ada kesempatan untuk mengembangkan
c. Pengertian kurikulum sebagai kegiatan, dan ini merupakan hasil terjemahan guru (operasional) tentang kurikulum di lapangan berdasarkan pada kurikulum sebagai ide atau sebagai renana yang tertulis. Jadi faktor kemampuan (pengalaman) kemauan dan sarana sekolah cukup menentukan sehingga dapat sama dengan ide dan rencana tetapi dapat juga jauh berbeda hasilnya.
d. Kurikulum sebagai hasil belajar yangdiperoleh oleh anak didik. Hsail tersebut daapt berupa pengetahuan, keterampilan, sikap dan sebagainya baik yang bersifat sementara atau menetap.

2. Fungsi kurikulum
Kurikulum selain berfungsi bagi sekolah menunjang perkembangan anak, juga berfungsi bagi:
a. Pencapaian tujuan pendidikan, sbb:
• Tujuan nasional/umum : rumusan UUD, UU pendidikan
• Tujuan konstitusional : tujuan lembaga-lembaga pendidikan tertentu
• Tujuan kurikuler : tujuan dari tiap mata pelajaran tertentu
• Tujuan instruksional/pengajaran
b. Kurikulum bagi anak
Dengan kurikulum anak memperoleh sejumlah pengetahuan/ pengalaman.
c. Kurikulum bagi guru sebagai pedoman:
2. Untuk menyusun /mengorganisasikan belajar anak (supaya tidak ngayawara/terlalu luas)
3. Untuk mengadakan evaluasi belajar anak
d. Bagi kepala sekolah, pengurus yayasan (sebagai organisator, supervisor, koordinator, dinamisator)
Kurikulum berfungsi sebagi pedoman:
1. Mengadakan supervise
2. Menciptakan situasi yang harmonis
3. Memberikan bantuan
4. Mengembangkan kurikulum lebih lanjut
5. Mengembangkan evaluasi kegiatan belajar mengajar
e. Bagi orang tua murid
Agar orang tua dapat turut membantu usaha sekolah dalam memajukan putra-putrinya.
f. Bagi sekolah pada tingkat di atasnya
Fungsi kurikulum ada dua jenis:
1) untuk pemeliharaan keseimbangan proses pendidikan/ kesinambungan yang tepat/tidak tumpang tindih
2) untuk menyiapkan tenaga baru
g. Bagi masyarakat dan pemakai lulusan sekolah
Fungsi kurikulum yaitu mnenarik perhatian dan simpati supaya masyarakat dan pemakai lulusan saekolah:
1) ikut memberikan bantuannya
2) memeberikan saran dan kritik yang membangun/ pengembangan
4. Landasan pengembangan kurikulum
Yang menjadi landasan kurikulum adalah niaai, tradisi, kepercayaan dan hal-hal lain yang berpengaruh terhadap pendidikan siswa di sekolah antara lain:
a. landasan filosofis
Kedudukan yang hakiki pancasila adalah sebagai dasar Negara di samping sebagai falsafah Negara, sebagai Ideologi Negara dan sebagai tata nilai Bangsa Indonesia. Sistem nilai yang terkandung dalam pancasila menjadi landasan dalam pengembangan kurikulum sekolah
b. landasan psikologis
Kurikulum itu disusun untuk menumbuh kembangkan siswa melalui proses pembelajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan fisik dan dijiwai siswa. Dengan demikian psikologi memberikan landasan pemahaman tentang bagaimana siswa belajar. Faktor-faktor apa yang mempengaaruhi dalam proses pembelajaran. Teori-teori pembelajaran mana yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan tuntutan kurikulum dsb.
c. landasan sosiologis
Suatu lembaga pendidikan (sekolah) diadakan/didirikan tidak lepas hubungan dengan masyarakat/lingkungan social disuatu Negara. Bahkan sekolah disamping untuk mengembambangkan ilmu pengetahuan, teknologi seni yang sesuai dengan dinamika masyarakat dunia juga diharapkan mengembangkan, mewariskan nilai-nilai luhur, norma-norma kehidupan kepercayaan dan kebudayaan kepada generasi muda untuk melahirkan masyarakat yang berkemampuan tinggi/berkualitas
Dengan demikian produk suatu sekolah harus memiliki kemampuan/kompetensi yang sesuai /relevan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga sekolah dituntut memiliki tanggung jawab yang tinggi terhadap orang tua siswa khususnya dn kepada masayarakat pada umumnya untuk menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas.dalam hal ini program sekolah dalam rangka otonomi sekolah sebagai konsekuensi adanya otonomi daerah sangat diperlukan. Peningkatan relevansi pendidikan mengarah pada “pendidikan Berbsis Masyarakat”, dapat ditunjang dengan peningkatan peran serta orang tua dan masyarakat pada level pengambilan keputusan /kebijakan dan level operasional melalui”komite/Dewan Sekolah”. Komite sekolah ini anggotanay terdiri dari : kepala sekolah, guru yang senior, wakil orang tua sisw, tokoh-tokoh masyarakat, perwakilan siswa. Peran serta dewan/komite ini mencakup: perencanaan, implementasi, monitoring, serta evaluasi program sekolah.
d. landasan historis
Pengembangan kurikulum dari waktu ke waktu senantiasa melandaskan pada evaluasi pelaksanaan kurikulum sebelumnya, baik sisi kelemahan, kendala atau sisi baiknya dipakai sebagai acuan yang berharga bagi pengembangan / penyempurnaan kurikulum berikutnya, misal kurikulum 1968 ke kurikulum 1975 ke kurikulum 1994 ke kurikulum 2004 ke kurikulum 2006 dan seterusnya.
Tentang evaluasi terhadap kurikulum selain dilakukan oleh tim ahli dari pemerintah “PUSKURNAS” tetapi sebagai masukan dapat dari guru, siswa, orang tua, masyarakat dunia usaha, alumni dan sebagainya.
e. landasan yuridis
Kurikulum pada dasaranya adalah produk yuridis yang ditetapkan melalui keputusan menteri Pendidikan Nasional RI. Sebagai pengejawantahan dari kebijakan pendidikan yang ditetapkan oleh lembaga legislative yang mestinya mendasarkan pada konstitusi/UUD. Dengan demikian landasan yuridis pengembangan kurikulum di NKRI ini adalah UUD 1945 (pembukaan alinia IV dan pasal 31), peraturan-peratura perundangan seperti: UU tentang pendidikan, UU Otonomi daerah, surat keputusan dari menteri pendidikan, surat keputusan dari Dirjen Dikti, peraturan-peraturan daearah dan sebagainya.
5. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum
Dalam mengembangkan kurikulum harus memperhatikan beberapa prinsi dasar seperti yang dikemukakan oleh Hendyat dan Wasty (Depdikbud 1989/1990) sbb:
a. Prinsip Relevansi
Kurikulum dan pengajarannya seharusnya disusun sesuai atau relevan dengan tuntutankebutuhaan hidup siswa, relevan dengan perkembangan zaman sekarang dan relevan dengan tuntutan dunia pekerjaan yang ada.
Sehubungan dengan hal di atas kini pemerintah tengah mengembangkan kurikulum yang relevan dengan hal-hal di atas yaitu kurikulum Tingkat Satuan pendidikan (KTSP). Kurikulm ini menitikberatkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD)
b. Prinsip evektifitas
Hal ini terkait dengan sejauh mana hasil pencapaian tujuan kurikulum atau hasil tujujuan pembelajaran itu dapat dikuasai siswa menjadi suatu kemampuan rela yang nampak dampak perilakunya baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif dan psikomotorik dari berbagai bidang studi yang disajikan. Apabila hal di atas dapat tercapai maka dapat dikatakan sesuai dengan prinsip efektifitas.
c. prinsip efisiensi
Ini tekait dengan persoalan tenaga, dana ,sarana yang dipergunakan dalam proses pembelajaran dengan hasil pencapaian tujuan yang di tetapkan apakah sepadan. Pelaksanaan KTSP mensyaratkan tenaga yang berkualitas tinggi dan profesional, dana, sarana dan prasarana yang memadahi, waktu yang cukup dsb. Persoalanya adalah seberapa jauh pencapaian hasil pembelajaran yang di tetapkan/kemampuan para lulusan itu sesuai dengan yang direncanakan.
d. prinsip kontinuitas/berkesinambungan
Menurut merutur prinsip ini bahwa sub-sub poko bahasan/materi-materi pelajaran yang tercantum dalam kurikulum antar jenjang pendidikan dari yang terendah sampai yang tertinggi itu saling berkaitan atau saling terpadu dalam suatu mata pelajaran maupun dengan mata pelajaran yang lain. Untuk mengambil bahan pelajaran pada tingkat atas/tinggi harus dikuasai dulu bahan pada tingkat bawah. Cara pendekatan pembelajaran yang dapat menunjang hal tersebut yaitu pembelajaran terpadu dan belajar tuntas sesuai dengan bakat siswa
e. prinsip belajar sambil melakukan kegiatan
Materi pelajaran akan lebih mudah dipahami akan tetap dikuasai apabila setelah diterangkan secara teoritis dilanjutkan dengan aplikasi/prkatek melakukan latihan-latihan/percobaan-percobaan dalam kaitannya hidup sehari-hari ditegah masyarakat. Keterpaduan antara segi teoritis dan penerapan terhadap materi-materi pelajaran atau belajara sambil bekerja/melakukan kegiatan/praktek disamping menunjuang penguasaan lebih cepat, siswa juga merasa lebih percaya diri,puas, dan gembira.
f. prinsip menemukan
Pembelajaran yang sesuai dengan era informasi sekarang tidak lagi menempatkan guru itu sebagi sumber belajar utama dan pertama. Kini siswa dapat dengan leluasa mencari, menemukan bahkan mengembang berbagai informasi/fakta dari berbagai sumber belajar seperti: buku-buku di perpustakaan, media massa, internet, lingkungan alam dsb. Dengan demikian guru sebaiknya berperan sebagai fasilitator, motifator, dinamisator dan siswa akan secara aktif dan kreatif dapat menemukan berbagai informasi secara mandiri yang dapat ditunjang denagn inkuiri atau discovery/penemuan.
g. prinsip pemecahan masalah
Kehidupan yang terbentang di hadapan siswa tidak semakin mudah tetapi semakin banyak masalah yang mesti di hadapi,mencari sebab-sebab timbulnya masalah serta mencari jalan pemecahan atas masalah tersebut yang dapat ditunjang dengan metode inkuiri dan pemecahan masalah dalam pembelajaran.
h. prinsip latar belakang
Dalam pengembangan kurikulum seharusnya memperhatikan latar belakang sosial budaya, keluarga, adat istiadat, penguasaan bahan pelajaran siswa, tingkat kecerdasan/bakat minat sisawa dsb. Sehingga target kurikulum dapat tercapai.
i. prinsip perbedaaan individu
Hal ini senada dengan satu asas mengajar yaitu asas penyesuaian individu. Bahwa dalam mengajar guru sebaiknya memperhatikan perbedaan individu siswa. Karena antar siswa pasti memiliki perbedaan dalam hal latar belakang sosial budaya, keluarga, tingkat kecerdasan, bakat, minat, tingkat kecepatan belajar, tipe belajaranya, dsb. Dengan demikian tiap siswa dapat belajar sesua dengan tingkat kecepatan dan dengan waktu belajar yang cukup maka setiap siswa dapat mencapai hasil belajar yang optimal sesuai dengan kemampuannya. Dan pendekatan bbel;ajar tuntas dengan modul atau paket belajar mnunjang prinsip ini.
6. Konsep Kurikulum PKN di SD-MI
Pendidikan terjadi ketika ada interaksi antara pendidik dan perserta didik. Dalam lingkungan keluarga interaksi antara ayah dan anak merupakan proses dalam pendidikan. Interaksi ini berjalan tanpa adanya perencanaan secara tertulis. Orang tua kadang kala tidak mempunyai perencanaan yang jelas dan terinci dalam melakukan proses pendidikan. Mulai dari pertanyaan bagaimana mendidik, bagaimana prosesnya., dan mau di jadikan apa anaknya kelak.
Itulah potret yang terjadi dalam pendidikan keluarga. Interaksi pendidikan antara orang tua dengan anaknya sering tidak disadari. Dalam kehidupan keluarga interaksi pendidikan dapat terjadi setiap saat, setiap kali orang tua bertemu, berdialog dan bergaul dengan anak-anaknya. Orang tua sebagai pendidik karena statusnya sebagi ayah dan ibu. Pendidikan yang dilakukan bersifat informal. Sehingga pendidikan dalam keluarga lebih di kenal denghan pendidikan informal. Karena tidak menerapkan kurikulum formal maupun tertulis.
Pendidikan dalam lingkungan sekolah lebih bersifat formal. Proses dalam pendidikan sekolah melalui perencanaan yang tersusun secara sistematis. Guru sebagai pendidik merancang sedemikian rupa kompetensi yang dihasilkan oleh siswa. Setiap praktik pendidikan diarahkan kepada pencapaian tujuan tertentu, apakah berkaiatan dengan penguasaaan pengetahuan, pengembangan pribadi, kemapuan sosial, atauapun kemampuan bekerja. Untuk menymapaiakn bahan pelajara, ataupun pengembangan kemampuan-kemamopuan tersebut di perlukan metode penyampaian serta alat-alat bantu tertentu. Untuk menilai hasil dan proses pendidikan, juga di perlukan cara-cara dan alat-alat penilaian tertentu pula. Keempat hal yang mempengaruhi adalah tujuan, bahan ajar, metode-alat, dan penilaian merupakan komponen-komponen utama dalam kurikilum. Dengan berpedoman pada kurikulum, interaksi pendidikan anatar guru dan siswa berlangsung. Interaksi ini tidak berlangsung dalam ruang hampa, tetap selalu dalam lingkungan tertentu, yang mencakup lingkungan fisik, alam, sosial buidaya, ekonomi, politik, dan religi.
Kurikulum menurut pandangan lama mempunyai makna kumpulan mata-mata pelajaran yang harus disampaikan guru atau di pelajari oleh siswa. Pengertian ini sudah ada sejak zaman yunani dan masih ada sebagian yang berpandangan seperti ini sampai sekarang. Bahkan sebagian orang tua atau guru ketika di tanya tentang kurikulum, akan memberikan jawaban seputar bidang studi atau mata pelajaran. Lebih khusus kurikulum diartikan sebagai isi pelajaran.
Pendapat yang muncul selanjutnya adalah kurikulum tidak hanya berdasarkan isi,tapi lebih menekankan kepada pengalaman belajar. Menurut Ronald C.Doll (dalam Nana Syaodih Sukmadinata, 2005: 4), kurikulum tidak hanya berupa penekanan dari isi kepada proses, tetapi menunjukkan adanya paerubahan lingkup, dari konsep yang sangat sempit kepada konsep yang lebih luas. Sehingga pengalaman siswa merupakan konsep yang lebih luas. Pengalaman dapat berlangsung di sekolahan, rumah atapun di masyarakat, baik bersama guru ataupun tanpa guru.
Kurikulum juga sering dibedakan anatara kurikulum sebagai rencana (curriculum plan) dengan kurikulum yang fungsional (fungsional curriculum). Menurut beauchamp (dalam Nana Syaodih Sukmadinata, 2005: 5) kurikulum adalah suatu rencana pendidikan suatu pengajaran. Suatu kurikulum merupakan perwujudan atau penerapan teori-teori kurikulum. Teori-teori tersebut merupakan hasil pengkajian, penelitian dan pengembangan para ahli kurikulum.
Nana Syaodih Sukmadinata (2005: 27) membagi tiga konsep kurikulum, yaitu kurikulum sebagai substansi, sebagai sistem, dan sebagai bidng studi. Kurikulum sebagai substansi yaitu di pandang sebagai suatu rencana kegiatan belajar bagi siswa atau sebagai perangkat tujuan yang ingin di capai. Kurikulum sebagai sistem merupakan bagian dari sistem persekolahan, sistem pendidikan, bahkan sistem masyarakat. Kurikulum sebagai bidang studi yaitu bidang studi kurikulum
7. Ruang lingkup PKN di SD-MI
Dalam BSNP, ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
a. Persatuan dan Kesatuan bangsa, meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan, Cinta lingkungan, Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, Sumpah Pemuda, Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Partisipasi dalam pembelaan negara, Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, Keterbukaan dan jaminan keadilan.
b. Norma, hukum dan peraturan, meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga, Tata tertib di sekolah, Norma yang berlaku di masyarakat, Peraturan-peraturan daerah, Norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Sistim hukum dan peradilan nasional, Hukum dan peradilan internasional.
c. Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak, Hak dan kewajiban anggota masyarakat, Instrumen nasional dan internasional HAM, Pemajuan, penghormatan dan perlindungan HAM.
d. Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong royong, Harga diri sebagai warga masyarakat, Kebebasan berorganisasi, Kemerdekaan mengeluarkan pendapat, Menghargai keputusan bersama, Prestasi diri, Persamaan kedudukan warga negara.
e. Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama, Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia, Hubungan dasar negara dengan konstitusi.
f. Kekuasan dan Politik, meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan, Pemerintahan daerah dan otonomi, Pemerintah pusat, Demokrasi dan sistem politik, Budaya politik, Budaya demokrasi menuju masyarakat madani, Sistem pemerintahan, Pers dalam masyarakat demokrasi.
g. Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara, Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara, Pengamalan nilai nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila sebagai ideologi terbuka.
h. Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya, Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi, Dampak globalisasi, Hubungan internasional dan organisasi internasional, dan Mengevaluasi globalisasi.
Prinsip penyajian dalam PKn menurut Abdul Aziz Wahab (2002: 28) ada empat yaitu sebagai berikut:
a. Dari mudah ke sukar
Prinsip ini digunakan dalam pengajaran khususnya dalam pendidikan nilai, moral, dan teori-teori pendidikan. Untuk memahami hal-hal yang bersifat sukar dimulai dari yang bersifat mudah. Apabila di lihat dari peinsip perkembangan anak, prinsip ini memang sangat tepat untuk siswa SD.
b. Dari sederhana ke rumit
Prinsip ini pada dasarnya adalah konsep atau nilai dan moral yang berkenaan dengan pengamalan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-haari. Jadi konsep atau nilai dan moral temasuk dalam hal ketrampilan (skill) mulai dari yang sederhana ke yang rumit.
Melalui pembiasaan, latihan atau keteladanan yang di mulai sejak kecil, akan terbiasa dengan hal-hal yang baik yang sifatnya masih sederhana, kemudian ditingkatkan secara bertahap ke hal-hal yang sifatnya lebih sukar. Kematangan usia juga sangat memiliki peran dalam kaitannya dengan fase-fase perkembangan. Siswa SD mudah menangkap ddari hasil pengamatan.
c. Dari yang bersifat kongkrit ke Abstrak
Siswa SD pada prinsipnya lebih mudah menaangkap hal-hal yang sifatnya kongkrit dari pada yang sifatnya abstrak. Guru dapat memberikan contoh-contoh sederhana yang dapat di tiru oleh siswa. Media sangat di perlukan untuk mengkongkritkan sesuatu hal yang di rasa sangat di perlukan guna mempermudah pemahaman siswa.
d. Dari lingkungan paling dekat ke lingkungan lebih luas
Lingkungan pendidikan yang pertama dan utama bagi anak adalah lingkunga keluarga. Dalam keluaarga anak lebih banyak melakukan interaksi. Namun apakah lingkungan keluarga menjadi lingkungan pertama dan utama dalam memperoleh pendidikan..
Anak dibesarkan dalam keluarga yang pada dasarnya dilakukan oleh orang tua sebagai wujud tanggungjawab. Hal itu sebagai wujud alamiah yang didasari oleh rasa kasih sayang orang tua kepada anaknya. Sehingga apabila orang tua melakukan dengan tanggung jawab, maka hal itu sebagai suri tauladan bagi anaknya. Demikian juga sebaliknya apabila orang tua tidak mempedulikan anaknya dengan tidak memberikan kasih sayang maka yang terjadi adalah sikap tidak tanggung jawab. Proses ini akan memberikan gambaran kepada anaka bahwasannya ada aturan-aturan atau norma-norma yang harus dipatuhi dalam bergaul atau berinteraksi dengan orang lain.
8. Buku Teks PKN di SD-MI
Dalam KTSP hanya memuat standar kompetensi dan kompetensi dasar dasar. Setiap guru harus mengembangkan secara otonomi dalam membelajarkan kepada siswa . berikut ini adalah KTSP yang berjalan di SD yaitu:
Kelas I, Semester 1

Stándar Kompetensi Kompetensi Dasar
1. Menerapkan hidup rukun
dalam perbedaan 1.1 Menjelaskan perbedaan jenis kelamin, agama,
dan suku bangsa
1.2 Memberikan contoh hidup rukun melalui
kegiatan di rumah dan di sekolah
1.3 Menerapkan hidup rukun di rumah dan di
sekolah
2. Membiasakan tertib di
rumah dan di sekolah 2.1 Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan
di sekolah
2.2 Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah

Kelas I, Semester 2

Stándar Kompetensi Kompetensi Dasar
3. Menerapkan hak anak di
rumah dan di sekolah 3.1 Menjelaskan hak anak untuk bermain, belajar
dengan gembira dan didengar pendapatnya
3.2 Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah
4. Menerapkan kewajiban
anak di rumah dan di
sekolah 4.1 Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah
4.2 Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat



Kelas II, Semester 1

Stándar Kompetensi Kompetensi Dasar
1. Membiasakan hidup
bergotong royong 1.1 Mengenal pentingnya hidup rukun, saling berbagi
dan tolong menolong
1.2 Melaksanakan hidup rukun, saling berbagi dan tolong menolong di rumah dan di sekolah
2. Menampilkan sikap cinta lingkungan 2.1 Mengenal pentingnya lingkungan alam seperti
dunia tumbuhan dan dunia hewan
2.2 Melaksanakan pemeliharaan lingkungan alam

Kelas II, Semester 2

Stándar Kompetensi Kompetensi Dasar
3. Menampilkan sikap
demokratis 3.1 Mengenal kegiatan bermusyawarah
3.2 Menghargai suara terbanyak (mayoritas)
3.3 Menampilkan sikap mau menerima kekalahan
4. Menampilkan nilai-nilai
Pancasila 4.1 Mengenal nilai kejujuran, kedisiplinan, dan
senang bekerja dalam kehidupan sehari-hari
4.2 Melaksanakan perilaku jujur, disiplin, dan senang
bekerja dalam kegiatan sehari-hari

Kelas III, Semester 1

Stándar Kompetensi Kompetensi Dasar
1. Mengamalkan makna
Sumpah Pemuda 1.1 Mengenal makna satu nusa, satu bangsa dan satu
bahasa
1.2 Mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam
kehidupan sehari-hari
2. Melaksanakan norma yang
berlaku di masyarakat 2.1 Mengenal aturan-aturan yang berlaku di
lingkungan masyarakat sekitar
2.2 Menyebutkan contoh aturan-aturan yang berlaku
di lingkungan masyarakat sekitar
2.3 Melaksanakan aturan-aturan yang berlaku di
lingkungan masyarakat sekitar

Kelas III, Semester 2

Stándar Kompetensi Kompetensi Dasar
3. Memiliki harga diri
sebagai individu 3.1 Mengenal pentingnya memiliki harga diri
3.2 Memberi contoh bentuk harga diri, seperti
menghargai diri sendiri, mengakui kelebihan dan
kekurangan diri sendiri dan lain lain
3.3 Menampilkan perilaku yang mencerminkan harga diri
4. Memiliki kebanggaan
sebagai bangsa Indonesia 4.1 Mengenal kekhasan bangsa Indonesia, seperti
kebhinekaan, kekayaan alam, keramahtamahan
4.2. Menampilkan rasa bangga sebagai anak Indonesia

Kelas IV, Semester 1

Stándar Kompetensi Kompetensi Dasar
1. Memahami sistem
pemerintahan desa dan
pemerintah kecamatan 1.1 Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan
pemerintahan desa dan pemerintah kecamatan
1.2 Menggambarkan struktur organisasi desa dan
pemerintah kecamatan
2. Memahami sistem
pemerintahan
kabupaten, kota, dan
provinsi 2.1 Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan
pemerintahan kabupaten, kota, dan provinsi
2.2 Menggambarkan struktur organisasi kabupaten,
kota, dan provinsi

Kelas IV, Semester 2

Stándar Kompetensi Kompetensi Dasar
3. Mengenal sistem
pemerintahan tingkat
pusat 3.1 Mengenal lembaga-lembaga negara dalam susunan
pemerintahan tingkat pusat, seperti MPR, DPR,
Presiden, MA, MK dan BPK dll.
3.2 Menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat
pusat, seperti Presiden, Wakil Presiden dan para
Menteri
4. Menunjukkan sikap
terhadap globalisasi di
lingkungannya 4.1 Memberikan contoh sederhana pengaruh
globalisasi di lingkungannya
4.2 Mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang
pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan
internasional
4.3 Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi
yang terjadi di lingkungannya

Kelas V, Semester 1

Stándar Kompetensi Kompetensi Dasar
1. Memahami pentingnya
keutuhan Negara
Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI) 1.1 Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik
Indonesia
1.2 Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia
1.3 Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam
menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik
Indonesia
2. Memahami peraturan
perundang-undangan
tingkat pusat dan daerah 2.1 Menjelaskan pengertian dan pentingnya peraturan
perundang-undangan tingkat pusat dan daerah
2.2 Memberikan contoh peraturan perundangundangan
tingkat pusat dan daerah, seperti pajak,
anti korupsi, lalu lintas, larangan merokok

Kelas V, Semester 2

Stándar Kompetensi Kompetensi Dasar
3. Memahami kebebasan
berorganisasi 3.1 Mendeskripsikan pengertian organisasi
3.2 Menyebutkan contoh organisasi di lingkungan
sekolah dan masyarakat
3.3 Menampilkan peran serta dalam memilih organisasi
di sekolah
4. Menghargai keputusan
bersama 4.1 Mengenal bentuk-bentuk keputusan bersama
4.2 Mematuhi keputusan bersama

Kelas VI, Semester 1

Stándar Kompetensi Kompetensi Dasar
1. Menghargai nilai-nilai
juang dalam proses
perumusan Pancasila
sebagai Dasar Negara 1.1 Mendeskripsikan nilai-nilai juang dalam proses
perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara
1.2 Menceritakan secara singkat nilai kebersamaan
dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar
Negara
1.3 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang
berperan dalam proses perumusan Pancasila
sebagai Dasar Negara dalam kehidupan sehari-hari
2. Memahami sistem
pemerintahan Republik
Indonesia 2.1 Menjelaskan proses Pemilu dan Pilkada
2.2 Mendeskripsikan lembaga-lembaga negara sesuai
UUD 1945 hasil amandemen
2.3 Mendeskripsikan tugas dan fungsi pemerintahan
pusat dan daerah

Kelas VI, Semester 2

Stándar Kompetensi Kompetensi Dasar
3. Memahami peran
Indonesia dalam
lingkungan negaranegara
di Asia Tenggara 3.1 Menjelaskan pengertian kerjasama negara-negara
Asia Tenggara
3.2 Memberikan contoh peran Indonesia dalam
lingkungan negara-negara di Asia Tenggara
4. Memahami peranan
politik luar negeri
Indonesia dalam era
globalisasi 4.1 Menjelaskan politik luar negeri Indonesia yang
bebas dan aktif
4.2 Memberikan contoh peranan politik luar negeri
Indonesia dalam percaturan internasional

C. RANGKUMAN
Dewasa ini pengertian kurikulum menurut beberapa paakr tidak hanya diartikan sebagai daftar mata pelajaran atau tujuan yang akan di capai, tetapi pengertian kurikulum minimal mengandung empat dimensi yang saling berhubungan, yakni kurikulum sebagai ide, kurikulum sebagai rencana tertulis, kurikulum sebagai kegiatan, dan kurikulum sebagai hasil belajar. Adapun fungsi kurikulum dari kurikuum selain berfungsi bagi sekolah menunjang perkembangan anak, juga berfungsi bagi: pencapaian tujuan pendidikan, kurikulum bagi anak, kurikulum bagi guru sebagai pedoman, bagi kepala sekolah, pengurus yayasan (sebagai organisator, supervisor, coordinator, dinamisator), bagi orang tua murid, bagi sekolah pada tingkat di atasnya, bagi masyarakat dan pemakai lulusan sekolah.
Landasan pengembangan kurikulum terdiri dari landasan filosofis, landasan psikologis, landasan sosiologis, landasan histories, landasan yuridis,
Dalam mengembangkan kurikulum harus memperhatikan beberapa prinsi dasar seperti prinsip relevansi, prinsip evektifitas, prinsip efisiensi, prinsip kontinuitas/berkesinambungan, prinsip belajar sambil melakukan kegiatan, prinsip menemukan, prinsip pemecahan masalah, prinsip latar belakang, prinsip perbedaaan individu,
Dalam BSNP, ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan meliputi aspek-aspek Persatuan dan Kesatuan bangsa, Norma, hukum dan peraturan,HAM, Kebutuhan warga negara, Konstitusi Negara, Kekuasan dan Politik, Pancasila DAN Globalisasi.
D. SOAL
1. Jelaskan pengertian kurikulum secara singkat!
2. Jelaskan landasan dalam pengembanan kurikulum!
3. Jelaskan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum!
4. Jelaskan ruang lingkup PKn di SD!

E. SUMBER BACAAN
Abduk Aziz wahab. (2002). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Bandung. CV. Maulana
Anonim. (2003)Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta
Badan Standar Nasional Pendidikan (2006). Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Jakarta
Nana Syaudih Sukmadinata (2005). Pengembangan kurikulum Terori dan Praktek. Bandung. PT Remaja Rosdakarya.




www.elearning-jogja.org